Jumat, 07 Maret 2014

Rahasia di balik rindu kita kepada orang orang tercinta

Lelaki Yaman ini, meski tidak tumbuh dalam lingkungan masyarakat ,namun jiwanya tetap bersih dan mulia ,menghormati nilai nilai kemanusiaan dan selalu mencari makna makna hidup yang sesungguhnya .Itulah sebabnya jiwanya selalu di penuhi rasa rindu ,rindu pada kebenaran ,rindu pada pembawa kebenaran ,rindu untuk melakukan hal hal yang benar .Lelaki bernama Uwais Alqarani ini suaatu hari mendengar kabar teang kedatangan seorang nabi akhir zaman yang hijrah dari kota Mekah ke Madinah bernama Muhamamad.
       Lewat sebuah perenungan ,ia menyimpulkan bahwa nai itu benar benar di utus oleh tuhan ,karena ajarannya yangn sejalan akal sesuai nilai nilai kemanusiaan.Dari situ muncul kerinduannya untuk bertemu dengan Sang Nabi .Dia pun berniat melakukan perjalanan ke Madinah untuk melihat sendiri keindahan pribadi Muhammad dari dekat,Sayang kondisi ibunya yang sudah tua sakit sakitan membuat tidak bisa melaksanakan niatnya..
        Berbulan bulan lamanya Uwais memendam impiannya tersebut ,hingga suatu saat ia menceritakan keingina itu kepada ibunya.Uwais berkaata ,''ibu ,aku tidak dapat menahan hati untuk bertemu dengan seorang lelaki yang telah di utus sebagai nabi .Engkau pun tahu bahwa anakmu ini tak pernah berpikir selain kebaikan dan kebenaran ,Jika ibu mengijinkan ,aku ingin sekali menemui utusa tuhan itu dan melihatnya dari dekat.''
        Sang ibu yang melihat kesungguhan dan glora rindu anaknya untuk bertemu dengan Nabi berkata,''Wahai anakku ,aku izinkan engkau pergi ke Madinah namun aku berharap agar seekah engkau bertemu dengan Nabi segeralah kembali keYaman dan jangnanlah berlam lama di sana..
        Dengan sangat gembira ,Uwais menerima permintaan ibunya,lalu segera menuju ke Madinah .Perjalan jauh dan sulit tak sedikitpun membuatnya lelah dan putus asa .Ketika tiba di kota Madinah segera ia mencari Muhammad ,sosok yang di rindukannya .Namun betapa kecewa ia ,ketika orang orang Madinah memberi tahu bahwa Nabi sedang keluar kota untuk beberapa hari.
     Wajah lesu ,kepalanya merunduk ,sembari terduduk di atas tanah.Segala kelelahan terasa menimpa selurh tubuhnya .Sedemikian besar rasa kecewa menyelubungi jiwanya ,hingga ia menangis tersedu sedu .Lalu orang orang membujuknya untuk menungu ,namun ia teramat rindu juga dengan ibunya ,Ia pun berkata ,'' Akku terpaksa pulang ke Yaman dan aku minta pada kalian ,jika Rasulullah pulang ,sampakan salamku untuknya .''
      Beberapa hari kemudian Rasululloh saw kembali ke Madinah .Saat di ceritakan tentang Uwais beliau memujinya dan berkata ,''Uwais telah pergi namun cahayanya tetap tinggal di rumah kami ini .Angin semilir dan aroma wangiwangian sorga beriup kearah Yaman .Wahai Uwais aku juga ingin sekali menemuimu..namun akhirnya Uwais tidak pernah bertemu dengan beliau sampai akhir hayatnya.
     Rindu itulah yang melanda Uwais Al qarni ,terkadang sulit di definisikan ,namun gejolak nya membakar jiwa dan semangat kita,yang Uwais tak peduli dengan semua rintanganyang di hadapinya demi untuk berjumpa dengan orang yang di cintainya .
     Orang orang menyebut rindu sebagi ungkapan perasaaan yang timbul didalam hati ,Yaitu keinginan untuk melihat ,mendengar, atau merasai sebuah objek tertentu dengan sesosok yang di elu elukan yang di damba yangdi puja.
     Juga rindu tersebut sebagai ungkapan kata untuk mewakili perasaan yang berupa keinginan intuk melakuka sesuatu dan menimbulkan efek pikiran tertentu kepada penyandangnya.
    Rindu adalah buah dari cinta yang berkelebihan yang punya nilai ganda bisa positif dan bisa negatif.
Namun rindu bukanlah sesuatu hal yang tercela dan keji akan tetapi perlu disertai dengan menjaga diri ,kesucian, dan kerendahan hati .
    Seseorang yang yang merindukan seseorang ,seperti seorang laki laki kepada seorang perempuan ,jika ia sembunyikan rasa itu sampai maaati ,maka ia akan mendapat pahala syahid di akhirat karena ia telah menunjukan bahwa dirinya memilki sifat sabar.
  Dia memendam rasa rindu dan menyimpannya sendiri  karen menjaga kehormatan dirinya ,mengikat hatinya ,jiwanya dan badannya dari kuasa rindu.Raja' bin Amr An-Nakha ,i mengisahkan ,bahwa dahulu di kufah ada seseorangn pemuda tampan yang sangat rajin dan taat,.Satu waktu ia berkunjung ke kampung bani An-nakha ,Disana ia melihat seorang perempuan cantik dari suk itu dan ia jatuh cinta padanya .Tanpa ia duga ternyata si perempuan juga mersakan hal yang sama..Karena sudah jatuh cinta ,akhirnya  pemuda itu mengutus seseorang untuk melamar gadis itu,etapi sayang ayah si perempua itu mengabarkan bahwa putrinya telah di jodohkandengnan sepupunya .Walaupun demikian cinta keduanya tak bisa padam ,bahaka semakin berkobar .Akhirnya si permpuan mengirim pesan lewat seseorangn untuk si lelaki itu yang bunyi nya aku tekah tau betapa besar cintamu padaku dan betapa besar pula aku di uji dengamu ,bila kamu setju aku akan memepermudah jalanmu untuk mengunjungiku .Namun di jawab oleh si pemuda itu melalui orang suruhannya  ,aku tidak setuju dengan pilihan itu sungguh aku takut bila harus bermaksiat pada robbku dan adzab yangn akan menimpaku pada hari besar ,Aku takut pada api yang tak pernah mengecil nyalanya dan tak pernah padam kobarnya, ketika peasan itu sampai di permpuan tadi ia berkata ,Demi alloh tiada orang yang lebih berhak untuk bertakwa kepada alloh dari oranglain ,semua hamba sama sama berhak untuk itu.
  Perempuan itu kemudian berusaha meninggalkan jebakan jebakan  rindunya dan meninggalkanpotensi potensi buruknya serta memulai memperbanyak ibadah kepada alloh dengan tetap menyimpan ersaan cinta dan rindu pada sang  pemuda ,Dan akibat menahan perasaan rindunya tubhnya mulai kurus sampai akhirnya ia meninnggal..Setelah kepergiannya  si penuda seing kali berjiarah kemakamnya di sana ia menangis dan mendoakannya ,dan suatu waktu ia tertidur diatas makam nya dan dalam tidurnya ia bermimpi berjumpa dengan kekasihnya dengan penampilan yaang sangat baik  dan ia bertanya bagai mana keadaanmu ,dan apa yang kau dapat setelah meninggal....perempuanitu menjawab sebaik baiknya cinta wahai yang bertanya adalah cintamu yaitu sebuah cinta yang dapat menggiring pada kebaikan ,,lalau pemuda itu bertanya kembali .kemana engkau menuju  dia menjawab aku menuju pada kekenikmatan dan kehidupan yang tak berakhir yaitu di surga kekekalan yang tidak akan pernah rusak ,.Pemuda itu berkata ,''Aku harap kau selalu ingat padku disana sebab aku disini juga tidak melupakanmu dia menjawab,'' Demi alloh aku jug atidak melupakanmu dan aku minta kepada alloh agar kita bisa berkumpul .maka bantulah aku dala kesungguahn mu dalam ibadah ..si pemuda itu bertanya kapa aku bisa melihatmu .''Tak lama lagi aku akan melihatmu ,Tujuh hari setelah mimpi itu berlalu akhirnya si pemuda itupun meninggal dunia ...''Rindu bukanlah tetesan air mata yang tiada henti ,bukan pula hari hari yang tebakar oleh gejolak api kegelisahan yang menyabur  dalam dada .Rindu adalah sebuah kehidupan di kehidupan lain yang sekali lagi yang didalamnya ada kesedihan  menikmati beban yang membuat tidur menjadi terganggu dan kegembiraan menjadi sesuatu yangn tersa menyiksa ....SEKIAN..malang  7 mart 2014.....penulis wilman indra juanda.dari buku  Tarbawi kiat menuju kesholehan pribadi dan umat.